Posted on

Manajemen Waktu : Manfaat, Tips dan Langkah Melakukan

Pernahkah Anda merasa bahwa pekerjaan bertumpuk – tumpuk sangat banyak hingga waktu 24 jam dalam sehari serasa tidak cukup untuk mengerjakan pekerjaan – pekerjaan tersebut? Jika pernah mungkin Anda perlu memperbaiki manajemen waktu terhadap diri.

 

Dalam dunia kerja kemungkinan burn out atau mengalami kelelahan dalam hal fisik maupun mental sangat besar terjadi walaupun level kelelahan setiap orang berbeda. Oleh karena itu setiap perusahaan perlu juga untuk menerapkan work-life balance. Misalnya dalam satu hari terdapat delapan atau sembilan jam kerja dengan satu jam istirahat, dengan hal tersebut maka sepertiga hidup pekerja sudah dihabiskan di tempat kerja. Hal itu belum termasuk dengan waktu ketika dalam perjalanan pulang – pergi. 

 

Salah satu contoh work-life balance yang bisa diterapkan perusahaan adalah tidak selalu menghubungi karyawan di luar jam kerja jika hal tersebut bukanlah hal yang sangat mendesak. Karena hakikatnya manusia mempunyai kapasitas tersendiri dalam menggunakan fisik dan mentalnya. 

 

Manfaat Manajemen Waktu

Selanjutnya bagaimana agar pekerjaan yang dikerjakan bisa selesai dengan sedikit kendala dan tetap menerapkan work-life balance? Jawabannya adalah manajemen waktu. Manajemen waktu merupakan cara diri dalam menentukan skala prioritas sehingga dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Banyak manfaat dalam menerapkan manajemen waktu yang baik. Berikut manfaat dalam penerapan manajemen waktu.

  • Mengurangi stres

Jika manajemen waktu diatur dengan baik hal ini berdampak pada pengurangan stres. Seringkali seseorang stres karena merasa harus mengerjakan banyak hal dalam waktu yang sama. Padahal jika pekerjaan tersebut diurai lalu ditentukan skala prioritasnya maka hal tersebut tidak terasa berat. Misal nya seorang karyawan harus mengerjakan pekerjaan ABC dalam kurun waktu satu minggu. Maka pekerjaan tersebut bisa diurai menjadi; dua hari pertama mengerjakan A, dua hari berikutnya B dan satu hari sisanya mengerjakan C tergantung dengan perkiraan waktu yang dibutuhkan ketika mengerjakan. Manajemen waktu seperti ini penting untuk mengurangi stres.

 

  • Melatih disiplin waktu

Selain dapat mengurangi stres manajemen waktu yang baik juga dapat melatih disiplin. Bagaimana hal ini berkaitan? Ketika individu menerapkan manajemen waktu yang baik berarti individu tersebut sudah menentukan skala prioritasnya. Individu tersebut sudah mengerti hal – hal apa saja yang perlu dikerjakan lebih dulu, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain dan kapan pekerjaan tersebut akan dikerjakan. Ketika hal tersebut diterapkan maka secara otomatis waktu yang digunakan lebih teratur sehingga menjadi disiplin waktu yang harus dijalankan. 

 

  • Melatih untuk berpikir efisien

Menentukan skala prioritas dalam pekerjaan melatih individu untuk berpikir secara efisien dan praktis. Karena terbiasa menata waktu untuk pekerjaan yang dipunya. Kebiasaan ini akan melatih diri untuk tidak membuang waktu secara percuma sehingga waktu yang dimiliki menjadi lebih efisien. Hal ini termasuk melatih diri berpikir secara efisien.

 

  • Meningkatkan produktivitas

Ketika manajemen waktu yang baik sudah terbentuk maka tidak perlu lagi merasa resah ataupun stres akan pekerjaan yang dirasa banyak karena skala prioritas sudah ditentukan dan sudah mengetahui alokasi waktu yang dibutuhkan sehingga sisa waktu yang sebelumnya untuk overthinking bisa digunakan untuk mengerjakan pekerjaan yang lain.

 

Tips Melakukan Manajemen Waktu

Setelah mengetahui manfaat positif yang didapat dalam menerapkan manajemen waktu yang baik, selanjutnya adalah bagaimana langkah dalam menerapkannya. Berikut tips sekaligus bagaimana langkah dalam melakukan manajemen waktu yang baik.

  • Membuat to-do list

Perlunya membuat to-do list atau pekerjaan yang akan dikerjakan selama satu hari misalnya, akan mempermudah dalam pengaturan manajemen waktu. To-do list berisi hal – hal apa saja yang akan dilakukan. Membuat to-do list tidak harus menggunakan catatan secara fisik, bisa juga di fikiran. Tetapi jika baru tahap pemula dalam mengatur waktu alangkah lebih baiknya membuat to-do list menggunakan tools bisa manual maupun software aplikasi yang banyak tersedia seperti Trello, Notion, Google calendar dan masih banyak lagi.

  • Tentukan skala prioritas

Langkah selanjutnya untuk menerapkan manajemen waktu yang baik adalah menentukan skala prioritas, yaitu pekerjaan mana yang harus diselesaikan lebih dahulu dan pekerjaan mana yang harus diselesaikan selanjutnya. Hal ini dapat membantu untuk menghindari seseorang untuk multitasking yang menyebabkan perencanaan bisa menjadi berantakan.

  • Membuat alokasi waktu

Alokasi waktu yang baik dapat mempermudah segala penyelesaian pekerjaan dengan baik pula. Tentukan seberapa lama Anda mengerjakan pekerjaan A, kemudian berpindah lagi ke pekerjaan B. Hal ini penting agar penerapan manajemen waktu tetap efisien dan tidak keluar dari jalurnya.

  • Buang hal – hal yang dirasa tidak perlu

Langkah sekaligus tips yang bisa diterapkan adalah lakukan sortir hal – hal yang dirasa tidak penting yang nantinya akan menjadi hambatan ketika mengerjakan pekerjaan prioritas. Biasakan untuk tidak memikirkan hal – hal yang tidak penting. Termasuk dalam memilih pekerjaan dimana Anda bisa melakukannya dengna Metode Job Grading.

 

Setelah mendapat banyak informasi positif terkait manajemen waktu yang baik, kini saatnya untuk menerapkan hal tersebut di dalam kehidupan.

Posted on

Pengertian Budaya Knowledge Sharing

Pengertian Budaya Knowledge Sharing – Saling bertukar pengetahuan dalam lingkup pekerjaan merupakan hal yang sangat bermanfaat bagi karyawan yang satu dengan yang lain. Karyawan merupakan aset berharga bagi perusahaan, oleh karena itu perusahaan juga harus memfasilitasi karyawan untuk meningkatkan kompetensi mereka sehingga karyawan mempunyai rasa memiliki terhadap perusahaan. Hal tersebut sangat berguna bagi perusahaan untuk mengembangkan perusahaan ke ranah yang lebih besar atau lebih baik. 

 

Tim SDM perusahaan biasanya menyiapkan program sharing knowledge dengan memberikan pelatihan baik secara internal maupun eksternal. Namun jika pelatihan dilakukan terus menerus tanpa mempertimbangkan load pekerjaan maka bisa jadi hal itu mengganggu produktivitas karyawan dalam bekerja. 

 

Oleh karena itu perusahaan perlu menumbuhkan budaya sharing knowledge agar kompetensi tiap individu berkembang tanpa mengganggu produktivitas kerja.

 

Pengertian Budaya Knowledge Sharing

Knowledge sharing adalah pertukaran ilmu, informasi, keahlian, keterampilan antara satu orang dengan yang lain. SDM dalam sebuah perusahaan hendaknya menciptakan budaya knowledge sharing pada setiap karyawan. Knowledge sharing bisa menjadi budaya yang bagus jika setiap individu mendapat kesempatan yang sama untuk mengeluarkan ide, pendapat, dan gagasan pemikiran.

Budaya knowledge sharing bisa bersifat tidak formal karena bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa ada arahan khusus tentang knowledge yang ingin dibagikan dan juga bisa bersifat semi formal dengan adanya agenda khusus. 

 

Perusahaan – perusahaan konvensional seringkali mengkotak – kotakkan karyawan berdasarkan divisi ataupun membuat penyekat antar karyawan. Hal ini membuat budaya knowledge sharing antar karyawan susah untuk diterapkan. Di perusahaan modern zaman sekarang, perusahaan sudah mulai membuka diri untuk setiap karyawannya mendapatkan tempat kerja yang nyaman dan mampu menerapkan budaya knowledge sharing.

 

Manfaat Budaya Knowledge Sharing

  • Meningkatkan skill yang beragam antar karyawan.

Belajar tidak perlu di kelas, tidak perlu menunggu guru datang dengan membawa setumpuk materi. Tetapi belajar dapat dilakukan dimana saja dan dengan siapa saja. Budaya knowledge sharing membuat satu individu mendapatkan pengetahuan yang beragam dari individu yang lainnya. Tentunya ini sangat bermanfaat untuk keberlangsungan perusahaan.

  • Membangun budaya kerja sama

Budaya yang saling menyalahkan sudah sangat ketinggalan zaman. Sudah bukan zamannya untuk kompetitif tetapi kolaboratif dimana setiap individu maupun kelompok saling bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Dengan adanya budaya knowledge sharing setiap karyawan secara tidak langsung membangun budaya kerja sama dengan bertukar ide.

  • Terjalinnya komunikasi yang semakin baik antar karyawan

Saat melakukan knowledge sharing, karyawan akan menjalin komunikasi dengan karyawan lain tentang pengetahuan yang ingin diketahui. Hal ini melatih komunikasi antar karyawan sehingga suasana kantor menjadi lebih hidup dan mengurangi resiko masalah yang akan timbul. 

  • Kesetaraan pengetahuan

Hal ini penting untuk mengurangi gap antar karyawan. Dalam setiap perusahaan pastinya banyak ditemui karyawan dengan berbagai latar belakang pendidikan, usia, keahlian dan lainnya. Hal ini menyebabkan gap antar karyawan salah satunya dalam komunikasi. Dengan menerapkan budaya knowledge sharing tentunya bisa membantu setiap individu untuk memiliki pengetahuan yang setidaknya hampir sama dengan yang lain.

 

Budaya knowledge sharing sangat tepat untuk diterapkan di setiap perusahaan, mengingat setiap individu perlu mengembangkan pengetahuannya meskipun bukan di bidang yang ditekuni di tempat kerja dimana Job Description dan Job Spesification sering berbeda. Selain itu merujuk pula pada manfaat yang didapat ketika perusahaan menerapkan budaya knowledge sharing. 

 

Posted on

Manfaat Training of Trainer TOT Untuk Perusahaan

Manfaat Training of Trainer TOT Untuk Perusahaan – Salah satu aktivitas yang cukup sering dilakukan dalam sebuah perusahaan baik itu swasta maupun pemerintahan yaitu melakukan pelatihan. Pelatihan yang dilakukan biasanya diselenggarakan dengan pihak internal ataupun bisa juga eksternal.

Tujuan perusahaan mengadakan pelatihan yaitu untuk meningkatkan skill karyawan yang dianggap perlu untuk mengetahui skill tambahan yang dibutuhkan perusahaan. Terkadang perusahaan mendapati karyawan yang masih di bawah ekspektasi dalam mengerjakan pekerjaan perusahaan, karena dirasa kurang maksimal alhasil pemberian pelatihan untuk karyawan diperlukan.

Masalah yang seringkali muncul dalam pengadaan pelatihan adalah terkait trainer yang akan melatih skill yang dibutuhkan. Trainer atau pelatih haruslah memiliki kualifikasi yang memadai sebelum memberikan pelatihan karena keberhasilan peserta juga ditentukan oleh trainer. Oleh karena itu pentingnya trainer untuk mengikuti training sebelum memberikan pelatihan. 

Pelatihan untuk trainer yang bisa diikuti bernama ToT (Training of Trainer) yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga penyelenggara salah satunya berlatih.id. Melihat kebutuhan yang ada di lapangan agaknya pelatihan khusus trainer menjadi hal yang penting, demi menciptakan trainer yang handal dan selaras dengan kompetensi yang dibutuhkan terlebih jika trainer masih pemula. 

Selanjutnya agar trainer tidak lagi diragukan kredibilitasnya, trainer dianjurkan untuk mengambil sertifikasi profesi yang juga tersedia di berbagai lembaga pelatihan yang sudah bekerjasama dengan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). 

 

Manfaat dan tujuan trainer mengikuti pelatihan dan sertifikasi Training Of Trainer TOT

 

  • Meningkatkan pengetahuan tentang memberikan pelatihan kepada peserta.

Menjadi sebuah trainer tidak bisa dilakukan dengan cara yang asal – asalan. Banyak kompetensi yang harus dilewati. Apalagi ketika menjajaki dunia profesional trainer kompetensi perlu ditambah untuk menyelaraskan dengan perkembangan zaman. Dengan adanya pelatihan ToT tentunya hal ini membantu untuk peningkatan skill trainer.

  • Meningkatkan kepercayaan diri trainer karena sudah mendapat pelatihan dan sertifikasi.

Salah satu pendukung untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah pembuktian secara legal oleh lembaga/instansi terpercaya. Dengan adanya sertifikasi yang dimiliki oleh trainer tentunya hal ini menjadi penanda bahwa trainer sudah tersertifikasi secara profesional.

  • Mengetahui cara memberikan pelatihan yang baik, benar dan menarik bagi peserta.

Dalam memberikan pelatihan ada tahapan – tahapan y

ang harus dilakukan kepada peserta. Misalnya dalam penyampaian materi trainer harus melalui tahapan apresiasi, tujuan pembelajaran dan sebagaimana. 

  • Membantu memahami administrasi di bidang pengajaran, contohnya session plan, silabus dan lain – lain.

Hal yang tidak boleh dilupakan dalam menjadi trainer adalah administrasi. Seorang trainer diharuskan mampu minimal membuat rancangan pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta. 

 

Pentingnya training of trainer dalam sebuah pelatihan membuat trainer wajib dipastikan untuk memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Pelatihan maupun sertifikasi biasanya dilakukan secara daring, hal ini memudahkan untuk peserta mengikuti pelatihan ToT dengan waktu dan tempat yang lebih fleksibel. Namun tidak menutup kemungkinan juga jika perusahaan ingin mengadakan pelatihan secara luring di kantor maupun di hotel.

 

Untuk organisasi maupun perusahaan yang sedang berupaya meningkatkan skill para karyawannya dengan menyelenggarakan pelatihan secara internal dan menggunakan trainer in-house maka dianjurkan untuk trainer terlebih dulu mengikuti pelatihan ToT, kemudian dilanjut dengan sertifikasi ToT untuk lebih baiknya.

Posted on

Perbedaan Job Description dan Job Specification

Pada setiap perusahaan saat memasang iklan lowongan pekerjaan terdapat beberapa unsur yang akan dicantumkan seperti posisi yang dibutuhkan, job description, dan job specification. Ketiga unsur tersebut adalah unsur minimal yang harus ada ketika perusahaan ingin membuka lowongan pekerjaan.

Poster ataupun iklan yang ditampilkan di portal lowongan pekerjaan haruslah jelas dan tidak menimbulkan ambigu kepada calon pelamar. Oleh karena itu tiga unsur tersebut diwajibkan ada. Namun job description dan job specification tidak hanya berguna ketika proses perekrutan lowongan pekerjaan, akan tetapi saat proses bekerja di sebuah perusahaan. Lalu apa yang dimaksud dengan ketiga hal tersebut? 

 

Sebelum masuk ke dalam perbedaan job description dan job specification, lebih dulu membahas tentang posisi yang dibutuhkan. Jika membaca dari judulnya sudah dapat dipastikan bahwa hal tersebut merupakan sebuah jabatan yang sedang dicari oleh perusahaan atau yang dibutuhkan. Contohnya posisi human resource, Manager, Staff administrasi dan sebagainya. Posisi yang dibutuhkan biasanya menjadi header dalam iklan lowongan pekerjaan.

 

Selanjutnya mengenai job specification dan job description yang seringkali dianggap hal yang sama namun sejatinya berbeda. Job specification merupakan spesifikasi pekerjaan yang berisi mengenai latar belakang pendidikan, pengalaman, usia, jenis kelamin dan lain – lain. Hal ini juga mempermudah Human Resource Department ketika screening CV pelamar karena spesifikasi yang dibutuhkan sudah tercantum di CV. Pada job specification, hal – hal yang dicantumkan haruslah detail dan rinci agar tidak menimbulkan ambigu kepada calon pelamar. Job specification juga membantu HR dalam penentuan gaji yang didapat.

 

Sedangkan job description adalah deskripsi pekerjaan yang dijabarkan kepada karyawan atau calon karyawan tentan hal apa saja yang akan dilakukan selama bekerja di perusahaan tersebut. Job description juga berfungsi untuk evaluasi kinerja dari perusahaan kepada karyawan. Apakah pekerjaan yang selama ini dilakukan sudah sesuai dengan job description atau belum. Biasanya job description memang tidak dicantumkan secara sangat detail dan hanya dicantumkan secara general, dikarenakan jika dicantumkan secara detail maka akan memakan waktu dan tidak efisien. Diharapkan kepada karyawan direkrut agar menentukan sendiri teknis yang dilakukan untuk mencapai job description yang telah diberikan.

 

Kesimpulan dari penjelasan di atas adalah job description dan job specification merupakan dua hal yang berbeda namun memang saling berkaitan. Kedua hal tersebut sama pentingnya untuk ada ketika membuka rekrutmen pekerjaan ataupun pada saat proses bekerja. 

Posted on

Procurement dan Purchasing. Apa Bedanya?

Kedua hal tersebut seringkali disalah artikan menjadi satu hal yang sama. Faktanya procurement dan purchasing merupakan hal yang berbeda namun memiliki keterkaitan satu sama lain. Procurement dan purchasing sendiri akan selalu ada pada setiap perusahaan baik skala kecil maupun skala besar.

Namun jika di perusahaan yang berskala kecil biasanya tidak terdapat divisi khusus untuk procurement atau purchasing melainkan akan diambil tanggung jawabnya kepada karyawan – karyawan yang diberikan tanggung jawab tersebut. Lalu apa saja perbedaan dari kedua hal tersebut? Berikut pemaparannya.

 

Apa itu Procurement, berikut penjelasannya

Procurement dalam bahasa Indonesia adalah pengadaan, yang jika dijabarkan secara singkat merupakan proses pengadaan barang maupun jasa. Dalam pengadaan barang dan jasa biasanya terdapat divisi tersendiri tergantung dengan kebutuhan perusahaan masing – masing. Divisi yang melakukan proses procurement harus memiliki skill berupa administrasi, negotiation, dan problem solving.

Hal tersebut dikarenakan divisi ini akan banyak melakukan kerjasama dengan supplier maupun vendor dari pihak ketiga oleh karena itu skill administrasi dalam mengurus surat perjanjian kerjasama sangat diperlukan, begitu juga dengan skill negotiation dan problem solving. Proses procurement sangat akan sering ditemukan dengan kendala biaya yang sedikit namun kebutuhan barang dan jasa yang diinginkan perusahaan banyak.

Oleh karena itu di sini skill negotiation dengan pihak ketiga sangat dibutuhkan, pun dengan problem solving yaitu bagaimana cara memecahkan masalah tersebut. 

 

Penjelasan mengenai kegiatan Purchasing

 

Purchasing (pembelian) merupakan hal yang berbeda dengan procurement namun kembali lagi mereka saling berkaitan. Proses purchasing sendiri merupakan proses terjadinya pembelian barang dan jasa kepada pihak ketiga atau vendor. Jadi berbeda dengan procurement yang merupakan tahapan awal pengadaan barang dan jasa. Purchasing berada dalam satu payung yang sama dengan procurement.

Procurement dan purchasing tidak bisa dibandingkan karena purchasing merupakan salah satu proses dari procurement. Dalam purchasing juga terdapat skill yang harus dikuasai selain yang telah disebutkan di proses procurement. Skill tambahan yang harus dikuasai dalam purchasing yaitu quality control dan keuangan.

Quality control karena ketika melakukan proses pembelian barang dan jasa, pihak pembeli harus memastikan barang dan jasa sudah sesuai dengan standar mutu perusahaan. Selanjutnya keuangan karena dalam proses jual beli pasti tidak jauh dengan yang namanya uang, maka dari itu skill keuangan dalam hal cashflow harus dikuasai. 

 

Procurement dan Purchasing merupakan hal yang berbeda namun satu kesatuan. Dalam menyediakan barang dan jasa pastilah tidak jauh halnya dengan pembelian. Oleh karena itu membandingkan kedua hal ini adalah hal yang tidak seimbang.

Keduanya mempunyai perannya masing – masing. Procurement lebih menekankan terhadap proses pengadaan barang secara menyeluruh sedangkan purchasing adalah hal teknis yang yang dilakukan secara langsung oleh pihak pembeli dan pihak penjual.

Posted on

Konsep Pelayanan Prima ( Pengertian, Fungsi, Manfaat, Pentingnya, Jenis – Jenis )

Pelayanan prima baik di bidang jasa maupun produk sangatlah penting. Banyak pelanggan yang memilih untuk repurchase bukan hanya karena dari segi kualitas jasa ataupun produk yang ditawarkan melainkan dari segi pelayanan pelanggan. Oleh karena itu pelayanan prima kepada pelanggan penting untuk dilakukan. Lalu bagaimana konsep dari pelayanan prima ini? Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai pelayanan prima.

 

Pengertian Pelayanan Prima

Dilihat dari kata prima yang berarti sangat baik maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian pelayanan prima secara umum adalah sebuah pelayanan yang diberikan oleh seseorang atau suatu organisasi perusahaan dengan sangat baik. Menurut Suwithi dalam (Frimayasa & Administrasi, 2017) Pelayanan prima adalah pelayanan yang terbaik yang diberikan kepada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal berdasarkan standard dan prosedur pelayanan. 

Pelayanan prima atau disebut juga excellent service mengedepankan kepuasan pelanggan di atas segalanya. Jika pelayanan perusahaan sudah memberi kesan yang bagus kepada konsumen maka tidak menutup kemungkinan perusahaan akan mendapatkan keuntungan dari promosi gratis mulut ke mulut. Organisasi atau perusahaan seringkali menganggap hal sepele terkait pelayanan yang diberikan, karena berasumsi bahwa yang terpenting adalah kualitas produk atau jasa saja. Padahal mengabaikan pelayanan kepada konsumen merupakan suatu kesalahan besar. 

 

Fungsi Pelayanan Prima

Adapun fungsi dari pelayanan prima adalah

  • Sebagai alat promosi

Yang dimaksud sebagai alat promosi adalah perusahaan yang memberikan pelayanan prima akan mendapat penilaian positif dari para pelanggan, oleh karena itu secara tidak langsung perusahaan akan mendapat keuntungan promosi dari mulut ke mulut oleh para pelanggan.

  • Sebagai alat komunikasi

Pelayanan prima juga berfungsi untuk alat komunikasi yang dapat menyampaikan pesan kepada pelanggan secara asertif. 

  • Bentuk branding perusahaan

Tidak mudah untuk menemukan value (nilai) dari sebuah perusahaan, jadi ketika perusahaan memberikan pelayanan prima dan hal tersebut menjadi keunikan tersendiri maka para pelanggan akan lebih mengenal perusahaan tersebut dengan pelayanan prima yang diberikan.

 

Manfaat Pelayanan Prima 

Beberapa manfaat yang akan didapatkan jika suatu organisasi memberikan pelayanan prima terhadap pelanggan.

  1. Meningkatkan jumlah penjualan
  2. Meningkatkan mutu penjualan
  3. Memberi kepuasan terhadap pelanggan

 

Pentingnya excellent service

Mengapa pelayanan prima penting? Seperti yang sudah disebutkan di atas banyak manfaat yang didapat ketika sebuah organisasi memberikan pelayanan prima kepada pelanggannya. Sebaliknya jika sebuah organisasi tidak menerapkan pelayanan prima terhadap pelanggannya maka kesempatan untuk meningkatkan jumlah penjualan bisa jadi akan menghilang. Jika pelanggan tidak merasa puas akan pelayanan yang diberikan maka kesempatan untuk repurchase akan sangat kecil.

 

Jenis – Jenis excellent service

  • Core Service (Pelayanan Utama)

Jenis pelayanan core service merupakan pelayanan yang menawarkan produk atau jasa utamanya kepada pelanggan. Perusahaan secara langsung memberikan penawaran terbaiknya untuk jasa atau produk yang dijual.

  • Facilitating Service (Pelayanan Fasilitas)

Pelayanan fasilitas ini merupakan pelayanan tambahan yang disediakan oleh pihak perusahaan. Pelayanan fasilitas wajib ada untuk mendukung pelayanan prima di sebuah perusahaan. Misalnya pelayanan satpam, pelayanan customer service dan sebagainya.

  • Supporting Service (Pelayanan Pendukung)

Untuk pelayanan pendukung perusahaan harus mampu menemukan value (nilai) yang dapat diberikan kepada pelanggan. Karena pelayanan ini yang akan membuat sebuah perusahaan berbeda dengan kompetitor lainnya. 

Posted on

Metode Melakukan JOB Grading

Dalam membuat sebuah perusahaan menjadi efektif dan efisien adalah salah satunya dengan melakukan job grading. Job grading merupakan strukturisasi jabatan yang dipergunakan untuk mengklasifikasikan antara jabatan satu dengan yang lainnya. Tujuan secara umum adalah untuk memperlancar operasional perusahaan. Kenapa? Karena job grading akan berpengaruh kepada penentuan pengambil keputusan dilakukan, penentuan beban kerja paling banyak atau paling berat dan penentuan besaran upah yang diterima.
Dalam melakukan job grading ada metode – metode dasar yang perlu untuk diterapkan. 4 metode dasar untuk menentukan job grading adalah Comparison, Rank Order, Classification, Point Rank. Untuk mengetahui lebih jelas tentang 4 metode dasar dalam melakukan job grading mari simak penjelasan berikut. 

 

4 Metode Dasar Untuk Melakukan Job Grading

  • Comparison Method

Metode yang pertama adalah metode perbandingan. Metode ini termasuk ke kategori metode yang sedikit kompleks. Mengapa kompleks? Karena langkah yang dilakukan dalam menggunakan metode ini adalah dengan mengumpulkan metode – metode yang sudah ada dengan melakukan perbandingan untuk mengetahui seberapa efektif metodenya. 

 

  • Rank Order Method

Setelah metode yang paling sulit, metode selanjutnya untuk melakukan job grading adalah metode ranking yaitu metode yang paling mudah. Metode ini termasuk mudah karena dapat ditentukan menggunakan beban kerja atau tanggung jawab pekerjaan yang paling berat ke mudah. Hal ini nantinya akan berpengaruh kepada penentuan upah karyawan atau tergantung kesepakatan awal.

 

  • Classification Method

Sesuai dengan namanya metode ini menggunakan teknik klasifikasi. Metode ini sudah banyak dilakukan di beberapa perusahaan karena dianggap lebih efisien sehingga operasional perusahaan lebih efektif. Misalnya dalam penggunaan metode ini adalah klasifikasi jabatan direktur, manager, supervisor, hingga karyawan senior maupun junior. Besaran upah yang diberikan adalah sesuai dengan kategori jabatan. Jadi pengalaman kerja di perusahaan tersebut tidak begitu diperhitungkan.

 

  • Point Rating Method

Metode yang terakhir adalah dengan menggunakan poin. Metode ini ditentukan dari besaran poin yang didapat. Poin ini bisa didapat berdasarkan faktor pendidikan, pengalaman kerja, keahlian yang dipunyai dan beberapa faktor lainnya tergantung dengan kebijakan perusahaan. Jadi besaran upah yang didapat juga ditentukan dari poin yang didapat.

 

Job grading juga biasa disebut dengan job classification. Job grading adalah salah satu elemen yang terdapat di dalam job analisis. Job analisis sendiri bermanfaat untuk mengukur keefektivitasan karyawan dalam perusahaan, sehingga perusahaan tidak over budget. Dalam penentuan hal tersebut tentunya perusahaan perlu menyesuaikan dengan kebutuhan. Hal lain yang bisa jadi membuat metode ini terasa tidak adil adalah beberapa isu yang diangkat seperti jenis kelamin, ras dan sebagainya. Oleh karena itu perusahaan perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil metode untuk job grading.

Posted on

Tips Memilih Pelatihan Online

Setiap orang dituntut untuk terus berkembang secara cepat seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat pula. Di era disruptif sekarang ini banyak hal yang bisa dilakukan untuk pengembangan diri. Salah satunya adalah dengan mengikuti berbagai pelatihan baik online maupun offline. Sejauh ini pelatihan secara online sudah banyak peminatnya dikarenakan pelatihan secara online dapat menghemat waktu dan biaya serta dinilai lebih efisien. 

 

Dalam memilih pelatihan secara online ada pula hal – hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjebak dalam mengambil pelatihan. Berikut tips memilih pelatihan secara online yang perlu diketahui. 

Berikut Tips Memilih Pelatihan Online

  • Pastikan lembaga penyelenggara kredibel

Penyelenggara pelatihan yang kredibel menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan, karena jika memilih lembaga yang asal maka kemungkinan jika terjadi hal yang tidak diinginkan lembaga pelatihan yang tidak kredibel tersebut akan lari dari tanggung jawabnya. Sertifikasi yang dikeluarkan oleh pihak penyelenggara juga sangat penting untuk diketahui keabsahannya. Misalnya untuk sertifikasi nasional lembaga akan memperoleh lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

  • Sesuaikan budget dan kebutuhan

Pastikan pelatihan yang ingin diikuti sesuai dengan budget yang dimiliki. Cek website penyelenggara atau hubungi admin untuk meminta daftar harga pelatihan. Pastikan juga pelatihan yang diambil memang sesuai dengan apa yang ingin dipelajari.

  • Ketahui capaian dari pembelajaran atau pelatihan

Sangat penting sekali untuk mengetahui materi apa yang akan didapatkan ketika memilih sesi pelatihan secara online. Hal tersebut berpengaruh kepada kesesuaian hasil yang ingin dicapai pada akhir sesi pembelajaran. Cek website atau hubungi admin penyelenggara untuk informasi – informasi tersebut.

  • Tanyakan jenis pelatihan online. 

Menanyakan jenis pelatihan merupakan hal yang krusial untuk ditanyakan. Apakah pelatihan bersifat live teaching (pengajaran langsung) atau video based-learning (pembelajaran berbasis video). Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing – masing. Untuk live teaching tentu waktunya tidak begitu fleksibel, tetapi pemelajar dapat berinteraksi langsung dengan pemateri di waktu yang sama sehingga mengurangi kemungkinan ketidakpahaman materi yang disampaikan. Sedangkan video based-learning dari segi waktu lebih fleksibel karena pemelajar tidak dituntut untuk menyesuaikan jam pembelajaran, tetapi interaksi dengan pemateri akan sangat sedikit karena pembelajaran yang diakses hanya melalui video. 

  • Latar belakang tutor / pemateri

Mengetahui latar belakang tutor juga termasuk hal yang dianggap penting bagi sebagian orang. Jangan sampai pelatihan yang diikuti menggunakan tutor yang abal – abal atau hanya sekedar formalitas saja. Pastikan jika mengikuti pelatihan ilmu yang diberikan juga dapat diserap dan diimplementasikan. Untuk mengetahui latar belakang atau hal – hal mengenai tutor bisa ditanyakan melalui admin. Bisa juga dengan melakukan cross check melalui Linkedin dengan mencari nama tutor atau pemateri. 

 

Beberapa hal tersebut penting untuk dilakukan sebelum mengikuti pelatihan secara online agar pelatihan yang diikuti tidak sia – sia atau hanya membuang waktu maupun uang saja. Jangan sampai termakan janji – janji palsu dari pihak penyelenggara pelatihan kemudian sertifikat yang dikeluarkan juga masih dipertanyakan keabsahannya. 

Posted on

Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Pengadaan Barang dan Jasa – Barang dan jasa merupakan hal yang kaitannya tidak lepas dengan manusia. Semua manusia di bumi ini memerlukan barang dan jasa. Pakaian, makanan yang menjadi barang primer manusia termasuk dalam kategori barang. Tidak mungkin manusia di dunia ini tidak membutuhkan hal tersebut. Lalu bagaimana untuk pengadaan pakaian dan juga makanan sehingga bisa dikonsumsi dan juga dikenakan? Apakah mereka datang begitu saja? Tentu tidak, dibutuhkan jasa untuk mendatangkan hal tersebut. Barang dan jasa merupakan hal yang berkaitan satu sama lain. Itulah mengapa hal ini menjadi penting untuk dibahas lebih lanjut.

 

Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Pengadaan barang dan jasa mempunyai prosedurnya tersendiri. Pemerintah mengatur hal ini dalam PERPRES No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Peraturan ini merubah peraturan – peraturan yang sudah ada sebelumnya. Dalam institusi pemerintahan pengadaan barang dan jasa bisa dibilang sedikit lebih rumit jika dibandingkan dengan institusi/lembaga non-pemerintah karena semua prosedurnya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan dalam institusi/lembaga non-pemerintah proses pengadaan barang dan jasa (procurement) biasanya diatur oleh general affair atau karyawan terkait. Pengadaan barang dan jasa juga biasanya meliputi ATK, alat – alat kantor sesuai dengan produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan, obat – obatan dan sebagainya. Lebih lanjut proses pengadaan barang dan jasa meliputi beberapa hal yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan.

 

Perencanaan, Persiapan, dan Pelaksanaan Pengadaan

Perencanaan

  • Melakukan analisis kebutuhan barang dan jasa.

Analisis ini dilakukan guna mengetahui seberapa banyak barang dan jasa yang diperlukan sehingga tidak over budget. Dalam melakukan pengadaan barang dan jasa tidak bisa asal mengadakan tanpa adanya analisis yang meliputi, mengapa pengadaan perlu dilakukan, upaya apa yang sudah dilakukan, masalah yang terjadi dan lain – lain.

  • Melakukan riset terkait penyedia barang dan jasa.

Lebih lanjut dalam pengadaan barang dan jasa diperlukan adanya riset penyedia. Kredibilitas penyedia menjadi penting apalagi jika pengadaan yang dilakukan dalam jumlah besar. Hendaknya memilih penyedia barang dan jasa yang terbuka, efektif, efisien dan tentunya kredibel.

Persiapan

  • Melakukan pemilihan penyedia barang dan jasa.

Setelah selesai melakukan perencanaan, tahap selanjutnya adalah melakukan persiapan pemilihan penyedia barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan.

Pelaksanaan

  • Melakukan penyerahan kontrak.

Memasuki tahap yang terakhir yaitu pelaksanaan. Penandatanganan kontrak menjadi hal yang cukup sensitif dalam kerjasama. Saat penandatanganan pastikan untuk membaca secara rinci pasal – pasal yang tertera agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

  • Penyediaan hasil barang dan jasa.

Barang dan jasa yang sudah melalui tahap – tahap seleksi dari perencanaan, persiapan dan terakhir masuk ke tahap penyediaan hasil barang dan jasa. Tahap ini penyedia sudah melakukan proses pengiriman atau penyerahan barang dan jasa yang dipesan. 

 

Dalam melakukan pengadaan barang dan jasa banyak prosedur yang harus dilakukan demi mendapatkan barang ataupun jasa yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kontrak yang jelas penting adanya sebagai pedoman proses pengadaan barang dan jasa. Sehingga pengaturan harga sudah ditentukan dari awal dan tidak menimbulkan masalah di kedepannya. Keduanya (penyedia maupun pembeli) hendaknya mematuhi etika dan norma yang ada.

Ikuti pelatihan Budget Control agar pengadaan barang dan jasa Anda dapat lebih efektif dan efesien.

Posted on

The Five V Komponen Big Data Paling Penting

Komponen Big Data The Five V – Dalam dunia bisnis data merupakan hal yang sangat krusial. Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman di bidang teknologi digital, lonjakan data semakin meningkat sehingga memunculkan istilah big data. Big data sangat berperan penting dalam meningkatkan produktivitas bisnis. Misalnya untuk meningkatkan pelayanan produk maupun jasa, untuk membuat promosi yang sesuai dengan kebutuhan target pasar dan lain – lain. Big data mempunyai komponen – komponen yang wajib untuk diketahui. Berikut “The Five V” komponen Big Data.

 

Apa itu 5 Komponen Big Data “The Five V” Berikut Penjelasannya

 

Berbicara mengenai big data, hal ini berkaitan dengan lima komponen big data “The Five V” yang perlu untuk diketahui. 

  • Volume

Komponen yang pertama merupakan komponen dasar dari big data yaitu volume. Suatu data dapat dikatakan menjadi big data jika volume-nya besar dan terus meningkat secara pesat. Jika diibaratkan sebuah piramida, komponen volume terletak di paling bawah atau di paling dasar. Big data tidak bisa diolah secara manual dikarenakan besarnya volume dan lonjakan aktivitas yang terus meningkat. 

  • Velocity

Velocity merupakan kecepatan. Sebuah perusahaan yang menggunakan big data akan memperoleh berbagai data baik itu dari smartphone, media sosial, web dan sebagainya. Teknologi big data dapat membantu untuk menganalisis dan mengolah data secara real time data yang diperoleh dari tools tersebut. 

  • Variety

“V” yang selanjutnya adalah Variety yaitu variasi data. Data memiliki berbagai variasi tipe, misalnya dari yang terstruktur, semi terstruktur hingga hingga tidak terstruktur. Semua tipe data yang diperoleh diolah menjadi data yang terstruktur dengan big data. Jika dahulu data diperoleh dengan menggunakan spreadsheet sekarang data dapat diperoleh dari berbagai sumber secara acak seperti email, dokumen, PDF, forum dan masih banyak lagi. 

  • Veracity

Keakuratan atau keaslian data yang didapat merupakan komponen penting dalam big data. Banyaknya tipe data yang masuk membuat data menjadi berkurang keakuratannya. Hal ini membuat proses verifikasi data menjadi sulit. Oleh karena itu teknologi big data akan membantu untuk menganalisis data agar lebih akurat.

  • Value

Terakhir, komponen dari big data adalah Value. Keempat komponen tersebut akan menghasilkan value atau nilai. Suatu perusahaan harus mampu menarik value yang unik untuk meningkatkan produktivitas bisnis yang efisien dan efektif.

Pahami Mengenai Big Data Lebih Lanjut

Kesimpulan singkat dari komponen big data adalah pengolahan data structured, semi-structured, dan unstructured yang berhasil dikumpulkan menjadi data yang terstruktur. Mengingat sekarang adalah era yang serba akan teknologi digital maka penggunaan big data dalam sebuah organisasi atau perusahaan besar kiranya sangat diperlukan Dan tentunya perlu di oprasikan oleh SDM yang sudah bersrtifikat minimal sertifikat digital. Hal tersebut sejalan dengan banyaknya manfaat yang bisa didapat ketika menggunakan big data.  Salah satunya meningkatkan omset penjualan perusahaan. 

× Chat Admin